Apa Itu Pre Wedding Syndrome?

Pre wedding syndrome atau lebih dikenal dengan pre marriage syndrome adalah sebuah kondisi psikologis atau kejiwaan yang dialami oleh seorang calon pengantin dimana terjadi kecemasan atau tekanan mental menjelang hari pernikahan. Barangkali tidak semua orang mengalami, namun sebagian besar pengantin merasakan sindrom ini, cuma beda tingkatan saja, ada yang ringan sampai yang berat. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah asalkan tetap terkendali, dalam artian tingkat kecemasan yang wajar atau ringan. Ada berbagai hal yang menyebabkan pre wedding syndrome ini, terutama adalah kekhawatiran tentang kehidupan yang akan dijalaninya setelah melangsungkan pernikahan nanti. Berikut kekhawatiran- kekhawatiran yang sering muncul terkait prewedding syndrome.

1. Apakah pasangan kita merupakan sosok yang tepat untuk kita?

Tidak dipungkiri, salah satu hal yang menjadi keraguan seseorang menjelang pernikahan adalah tentang sosok calon pendamping hidupnya itu sendiri. Walaupun sudah saling mencintai dan bersepakat untuk menjalin kehidupan berumah tangga, namun biasanya menjelang hari pernikahan hal ini akan kembali muncul dan menimbulkan keraguan baru. Apakah dia adalah sosok yang tepat untuk kita? Jangan-jangan bukan dia sosok yang tepat, justru seseorang yang diluar sana. Jangan- jangan bukan dia jodoh yang kita harapkan, dan sebagainya.

2. Apakah nanti akan bahagia

Bahagia merupakan impian setiap pasangan yang akan melangsungkan hidup berkeluarga. Keraguan tentang apakah nanti akan bahagia ketika sudah menikah akan selalu ada dan membayangi. Bahagia yang diimpikan tentu meliputi kebahagiaan lahir batin, yaitu sejahtera secara ekonomi dan keharmonisan serta ketenteraman rumah tangga. Kadang orang yang mengalami pre wedding syndrome muncul kekhawatiran untuk tidak bisa memenuhi kedua hal tersebut.

3. Belum siap dengan tanggung jawab menafkahi keluarga

Untuk poin yang satu ini biasanya hanya terjadi pada calon pengantin pria. Nafkah keluarga yang menjadi tanggungjawabnya kelak membuat seorang calon pengantin pria akan berpikir ulang bagaimana dia harus menghidupi keluarga nantinya. Jangan- jangan gajinya tidak cukup. Jangan- jangan banyak kebutuhan baru yang tidak terduga ketika sudan menikah, dan lain sebagainya.

4. Belum siap mengasuh anak

Walaupun kehadiran anak merupakan salah satu kebahagiaan utama bagi seorang pengantin baru, namun ketika menjelang pernikahan, terutama bagi calon pengantin yang masih cukup muda akan merasakan ketakutan tentang keribetan dan repotnya mengasuh anak. Hal ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang calon pengantin wanita yang sudah memiliki pekerjaan. Ada ketakutan nanti pekerjaan dan karirnya justru akan terganggu dengan kehadiran sang buah hati.

5. Takut kehidupan menjadi terkekang setelah menikah

Kadang keraguan untuk melepas masa lajang adalah berkait masalah kebebasan hidup sang calon pengantin. Ketika sebelumnya terbiasa untuk berkumpul bersama teman dan sahabat, menghabiskan banyak waktu untuk traveling ke berbagai tempat bersama mereka, ada ketakutan nanti setelah menikah hal itu sama sekali tidak bisa dilakukan karena sudah mempunyai tanggungjawab sebagai suami atau istri.

6. Takut gagal dalam pernikahan

Takut akan kegagalan menjalani kehidupan berumahtangga merupakan hal yang umum dirasakan pasangan calon pengantin. Banyaknya angka perceraian yang terjadi menjadi salah satu penyebab hal ini. Ada kekhawatiran nanti akan banyak permasalahan yang tidak bisa terselesaikan sehingga mahligai keluarga berakhir dengan perceraian.

Sebenarnya masih banyak lagi ketakutan maupun bentuk kecemasan seorang yang sedang mengalami pre wedding syndrome. Pada tulisan selanjutnya akan kami ulas mengenai tips mengatasi pre wedding syndrome ini.

1.918 views