Penting Nggak Sih Foto Prewedding?

Engagement photo atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan istilah foto prewedding, (biasa disebut juga prewed), telah menjadi kebutuhan yang seolah wajib bagi pasangan yang akan melangsungkan prosesi pernikahan. Namun selain mereka yang menganggap penting akan sebuah foto dokumentasi pra nikah ini, ada juga yang berpendapat bahwa foto prewedding itu tidak penting sehingga tidak perlu dilakukan. Lantas muncul pertanyaan dalam benak kita; pentingkah foto prewedding itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita dapat melihat dari berbagai aspek. Aspek- aspek yang biasanya menjadi pertimbangan dalam menilai hal ini yaitu kebutuhan, prestise, ketersediaan dana, dan aspek normatif. Berikut berbagai argumentasi tentang penting tidaknya adanya foto prewedding.

Mereka yang berpendapat bahwa foto pra nikah ini penting dan wajb dilakukan akan mempertimbangkan berbagai hal. Pertama, bahwa moment sebelum pernikahan adalah masa- masa indah yang sangat penting dan sayang untuk dilewatkan tanpa terabadikan oleh sekumpulan foto yang menceritakan masa-masa kehidupan sepasang manusia sebelum menjalani kehidupan berumah tangga tersebut. Bagi mereka mengabadikan masa pra nikah dengan foto ini akan menjadi sebuah kado spesial dalam menjalani kehidupan berkeluarga di kemudian hari karena akan selalu dapat melihat dan mengenang kehidupan mereka di masa- masa tersebut. Selain itu, dengan memiliki foto prewedding ini diharapkan akan menjadi memori kenangan manis yang akan menambah keharmonisan rumah tangga bagi pasangan tersebut. Ketika suatu saat mereka dihadapkan pada masalah yang memicu pertengkaran, maka foto dalam album kenangan tersebut dapat meredakan perselisihan dan menyelesaikan masalah dengan bersama- sama mengingat dan meluruskan kembali tujuan mereka menjalin hubungan keluarga.

Kedua, foto prewedding dianggap penting karena pada masa sekarang, khususnya bagi masyarakat kelas ekonomi menengah keatas foto prewedding memiliki prestise atau nilai gengsi yang menunjukkan status sosial dan ekonomi. Bagi mereka yang berkecukupan dan memiliki status sosial tinggi biasanya akan berlomba- lomba untuk mengabadikan moment sekali seumur hidup ini dengan karya foto sebagus mungkin karena akan menjadi kebanggaan tersendiri ketika memiliki foto yang bagus bersama pasangan sehingga bisa menjadi alat ‘pamer’ mereka kepada keluarga lain, teman, tetangga, rekan kerja, dan sebagainya. Karena sudah menyangkut gengsi maka biaya sudah bukan menjadi persoalan bagi mereka. Ketika harus mengeluarkan uang jutaan hingga puluhan juta untuk foto prewedding ini mereka tidak akan mempermasalahkan, bahkan rela ketika harus ke luar negeri hanya untuk melakukan pemotretan.

Ketiga yaitu faktor kebutuhan. Yang dimaksud kebutuhan disini adalah bahwa dalam melangsungkan pernikahan, sepasang calon pengantin membutuhkan foto bersama untuk keperluan pernikahan mereka yaitu seperti dicetak dalam surat undangan pernikahan, cetak souvenir, hingga cetak besar sebagai aksesoris pelengkap dekorasi gedung pernikahan. Karena akan dilihat banyak orang, maka foto yang bagus dan memiliki nilai estetika menjadi sebuah keharusan, bukan foto yang ala kadarnya.

Lain halnya dengan mereka yang menganggap penting foto prewedding, di lain pihak mereka yang kontra juga memiliki pendapat sendiri. Pertama bahwa foto pra nikah tidak begitu penting karena cukup membebani anggaran persiapan pernikahan yang sudah cukup besar. Bagi mereka daripada mengeluarkan biaya untuk melakukan pemotretan prewedding, uang yang tidak murah tersebut akan lebih baik dialokasikan untuk tambahan biaya pernikahan. Hal kedua yang sering menjadi argumen mereka menolak adalah bahwa foto pra nikah itu bagi pasangan muslim adalah haram hukumnya karena belum sah menjadi suami isteri, khususnya foto yang menunjukkan kemesraan seperti pelukan, ciuman, dan lain- lain.

Terlepas dari penting atau tidak sebuah dokumentasi foto prewedding, akhirnya semua kembali kepada tujuan dan kebutuhan masing-masing. Ketika memang butuh dan ada anggaran maka hal itu sah- sah saja dilakukan. Namun di lain pihak, ketika memang merasa foto prewedding tidak perlu dan hanya menghamburkan uang maka tidak salah juga pendapat tersebut. Bagaimana menurut Anda?

3.890 views