Tips Cara Mengatasi Pre Wedding Syndrome

Sebagaimana telah kita uraikan pada tulisan terdahulu, prewedding syndrome atau biasa disebut juga dengan pre marriage syndrome adalah gejala kecemasan akan kehidupan rumah tangga yang akan dijalani oleh calon pengantin. Untuk mengatasi atau paling tidak meringankan tekanan mental akibat sidrom ini ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Berikut kami uraikan beberapa diantaranya.

1. Perkuat komitmen bersama

Walaupun kedua pasangan dan pihak keluarga sudah yakin dan bersepakat untuk membawa hubungan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu pernikahan, namun pada bulan- bulan sampai hari-hari menjelang pernikahan akan muncul kembali keraguan akan keputusan menikah dengan calon pasangan hidupnya tersebut. Hal penting yang perlu dilakukan adalah memperkuat kembali komitmen bersama untuk menjalin kehidupan berumah tangga. Tulis dan temukan kembali tujuan berdua akan menikah. Dengan memperkuat komitmen bersama ini maka bisa saling menguatkan keputusan akan sesuatu yang sangat penting dalam hidup mereka tersebut yaitu gerbang pernikahan.

2. Perdekat hubungan dengan pasangan

Setelah memperkuat komitmen bersama pasangan, maka penting untuk memperdekat hubungan dengan pasangan calon suami atau isteri kita tersebut. Memperdekat hubungan dengan pasangan bisa dalam berbagai bentuk, misalnya melakukan hobi bersama yang sudah lama tidak dilakukan, rekreasi bersama, dan sebagainya. Intinya adalah memperkuat rasa saling memiliki dan perasaan optimis bahwa kita dan pasangan mampu menjalani kehidupan berumah tangga sesuai yang diimpikan dan bisa menciptakan kebahagiaan dengan cara kita sendiri.

3. Perdekat hubungan dengan keluarga pasangan

Selain lebih dekat dengan pasangan, maka tidak kalah penting juga untuk mendekatkan hubungan dengan keluarga pasangan kita, baik itu bapak ibu calon mertua, saudara- saudara, dan anggota keluarga yang lain. Dengan melakukan hal ini maka akan semakin menguatkan niat kita bahwa kita dikelilingi keluarga baru yang mendukung dan selalu mendoakan kita dan pasangan.

4. Tenangkan diri

Hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menenangkan diri. Menenangkan diri dalam hal ini berarti santai, relax, jangan terlalu tegang. Ini penting karena perasaan yang tenang akan mengurangi ketegangan dan tekanan mental serta kecemasan- kecemasan yang sebetulnya tidak begitu beralasan. Untuk menenangkan diri pada bulan- bulan maupun hari- hari menjelang pernikahan maka bisa melakukan hobi kita untuk melepaskan ketegangan seperti jalan santai dipagi hari, bersepeda, camping akhir pekan bersama teman, main game, dan sebagainya. Ciptakan kondisi mental sesantai mungkin agar hari- hari menjelang pernikahan menjadi santai namun tetap bersemangat menyambutnya, bukan tegang.

5. Sadari bahwa tidak ada seorangpun yang sempurna

Terakhir, bagaimanapun juga perlu disadari oleh masing- masing individu calon pengantin bahwa tidak ada sosok manusia yang sempurna di dunia ini. Perasaan khawatir bahwa calon pasangan hidup kita bukanlah orang yang tepat adalah sesuatu yang sebenarnya tidak beralasan selagi kedua pihak menjaga komitmen untuk menerima apapun keadaan pasangan kita, termasuk kekurangan yang dimiliki. Dengan saling menerima baik kelebihan maupun kekurangan pasangan maka diharapkan akan tercipta harmoni kehidupan berkeluarga tanpa melihat sisi kekurangan pasangan saja karena memang tak ada manusia yang sempurna kemanapun kita mencarinya.

Demikian tips mengatasi pre wedding syndrome dari kami. Selain dengan cara- cara diatas, anda pun bisa mengatasi sindrom ini dengan cara anda dan pasangan anda sendiri. Semoga bermanfaat.

819 views